Cari Blog Ini

Selasa, 29 Juni 2010

Dancing Elf


‘’Hi,Albus”sapa xiao yu.
“Hi. Aku sudah menduga akan bertemu dgn mu disini. Mom bolehkah?”tanya Albus. “Oh tentu saja Albus, jangan jauh2 dan siapkan tongkat mu “. Albus meraba kedalam jubahnya,dan untunglah hari ini dia tidak lupa membawa tongkat.

“Ok,ready to go” kata Albus sambil menggandeng tangan xiao yu. Mereka menyusuri jalan Diagon Alley yg becek dan berlumpur krn hujan. Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah kedeai yg di atas pintu masuk terdapat plakat lusuh dengan tulisan besar-besar “ Dancing Elf “.

Albus mengambil tempat duduk dipojok.”Ok,mungkin kita harus segera memesan sesuatu sebelum mr Red Horn menendang kita keluar ’’ kata Albus yg disambut senyum oleh Xiao yu. Saat Xiao Yu asik memilih menu mata Albus terpaku pada sosok tua berjenggot yg duduk tidak jauh dari tempatnya.

“Albus apakah kau tau apa itu Bourbon Sling?” Tanya Xiao yu.
“Er no idea…tapi kelihatanya enak” jawab Albus sekenanya sambil matanya terus tertuju pada sosok di sebelahnya.

15 menit kemudian minuman yg dipesan datang, dan tahulah mereka berdua apa itu Baurbon Sling. Minuman ini berwarna merah kecoklatan dan baunya mempunyai keharuman yg khas, mengingatkan si pencium tentang suatu tempat yg tidak pernah tersentuh musim dingin. Suatu tempat yg kaya dengan aroma musim semi.

Albus duduk merapat disebelah Xiao yu , mata mereka beradu dan ada kedamaian terpancar dari mata Xiao yu. “ Albus maukah kau berjanji pada ku satu hal ?” Tanya Xiao yu tiba-tiba. “ Er..ok “ jawab Albus.

“Berjanjilah kau akan selalu berdiri berseberangan dengan evil apapun yg terjadi, dan Albus jangan pernah berhenti mencintai ku “. Mendengar ini Albus perlu beberapa waktu untuk mencerna arti kata-kata Xiao yu namun sebelum otaknya pulih dari shock, Albus menangkap dengan sudut matanya cahaya merah berpendar di tembok sebelah kanan dan seper sekian detik kemudian tembok itu meledak.

Albus terlempar ke kiri, meja-meja terbalik dan tiba-tiba beberapa sosok hitam secara bersamaan berkata AVADA KEDAVRA . suara meraung memenuhi udara dan sinar hijau berkelebat kemana-mana. Albus meraih tongkatnya, sosok tua yg tadi duduk disebelah Albus sudah bangkit dan mulai betempur dengan sosok-sosok hitam penyihir yg tetap menghujani ruangan dengan berbagai kutukan.

Albus menoleh kekiri dan dia mendapati horror terbesar dalam hidupnya, sesosok tubuh cantik tergeletak dengan mata terbuka bahkan expresi kaget masih tersirat di wajahnya yg cantik. Linglung dengan apa yg terjadi Albus meraba pergelangan tangan si gadis, dan Albus mendapati pergelangan tangan yg dingin dan sudah ditinggakan denyut-denyut kehidupan.

Amarah memuncak dalam diri Albus darahnya serasa mendidih …ZIZAM ARMANTE…seberkas cahaya keemasan keluar dari tongkatnya dan menghantam sosok penyihir yg sedang melancarkan kutukan ke pada sosok tua yg sekarang terlihat terdesak. Si penyihir langsung terlempar menabrak temannya . Albus berdiri dan mengarahkan tongkatnya kelantai…AMONDEUS….lantai kedai tempat sosok penyihir hitam berdiri tiba-tiba bergerak menggulung para penyihir yg berdiri diatasnya sebelum kemudian meledak dengan kobaran api besar.

Tiba-tiba terdengar bunyi serentetan letusan dan sosok-sosok penyihir hitam serta si penyihir tua hilang begitu saja . Albus bersimpuh di sebelah tubuh Xiao yu,hatinya menjerit menolak apa yg sudah terjadi. Amarah, penyesalan dan rasa benci akan apa yg sudah terjadi memenuhi dadanya. Tak terasa air mata meleleh membasahi pipinya, kenangan-kenangan bersama Xiao yu berkelebatan di otaknya membuatnya semakin sulit membendung air mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar